Skip to main content
Iklan Rokok L.A Light
on 30 Mar 2017 4:07 PM

Bamburuncing.id - Iklan atau periklanan merupakan bagian yang penting dari sebuah bisnis. Banyak yang mengatakan jika iklan adalah cara paling ampuh untuk menyebarluaskan informasi suatu produk hasil dari bisnis kepada khalayak.

Tetapi, iklan tidak hanya bertujuan untuk menyebarluaskan. Pada umumnya iklan memiliki isi pesan yang bisa mempengaruhi calon konsumen supaya menggunakan, melakukan atau membeli produk tertentu. Padahal, tidak semua yang melihat iklan Anda adalah calon konsumen sasaran Anda.

Jika tidak tepat sasaran, maka bisa saja iklan Anda justru menimbulkan hal yang tidak diinginkan. Terlebih jika pesan yang diangkat dianggap oleh sebagian orang adalah pesan yang negatif. Misalnya saja iklan Sampoerna A Mild pada awal tahun lalu.

Sampoerna A Mild, sebuah produk rokok kreatif yang memasang iklan dengan foto sepasang pemuda dan pemudi dengan adegan yang dianggap beberapa orang nyaris berciuman. Pesannya berbunyi "Mula Mula Malu-Malu, Lama Lama Mau".

Akhirnya iklan ini diprotes, dan setelah PT. HM Sampoerna meminta maaf kepada publik, semua iklan tersebut sudah di copot/diturunkan dari reklame.

Supaya tidak terjadi kembali kesalahpahaman seperti ini, dan tidak menimpa iklan Anda, sebaiknya iklan haruslah memperhatikan etika atau norma yang masyarakat. 

Kami, Bambu Runcing Advertising telah mengumpulkan dari berbagai sumber terkait etika dalam periklanan yang dijabarkan dalam definisi etika dalam periklanan, iklan yang baik, contoh penerapan etika dalam periklanan dan contoh penerapannya.

Definisi Etika dalam Periklanan

Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk.

Berdasarkan definisi etika diatas, Etika dalam Periklanan adalah nilai kejujuran yang terkandung didalam suatu iklan, tidak memicu konflik SARA, tidak mengandung pornografi, tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di budaya sekitar, tidak melanggar etika bisnis dan tidak mencontek atau plagiat.

Iklan yang Baik

Iklan yang baik adalah iklan yang mempunyai 2 faktor penting, yaitu etis dan estetis. Etis adalah iklan yang mempunyai nilai kejujuran, tidak pertentangan dengan norma-norma yang berlaku dan semua yang berkaitan dengan kepantasan. Estetis adalah iklan yang memiliki nilai seni tinggi untuk mengundang daya tarik calon konsumen.

Contoh Penerapan Etika dalam Periklanan

  1. Iklan rokok: Tidak menampakkan secara eksplisit orang merokok.
  2. Iklan pembalut wanita: Tidak memperlihatkan secara realistis dengan memperlihatkan daerah kepribadian wanita tersebut.
  3. Iklan sabun mandi: Tidak dengan memperlihatkan orang mandi secara utuh.

Demikian sajian kami tentang Etika dalam Periklanan. Jika Anda membutuhkan partner dalam bidang placement media iklan, kami Bambu Runcing jasa advertising terbaik di Sidoarjo akan selalu siap untuk menjadi partner iklan terbaik Anda. Karena sukses Anda, semangat kami.

Sumber:

www.pppi.or.id, www.change.org, www.kompasiana.com, www.argakreasi.wordpress.com, www.aniatih.blogspot.co.id